Jumat, 25 November 2016

KUTIPAN DAN CATATAN KAKI



   A.   KUTIPAN
1.      Pengertian kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat, yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan ini biasanya diambil dari kamus ,ensiklopedia, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
2.      Jenis kutipan
v  Kutipan langsung adalah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya, tidak boleh ada perubahan. Kalau ada hal yang dinilai salah/ meragukan, kita beri tanda, yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan, memberi huruf kapital, garis bawah, atau huruf miring, kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ], [ ejaan di sesuaikan dengan EYD ], dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu di betulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku[.....].
v  Kutipan tidak langsung dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik. Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki, dapat juga dengan sistem catatan langsung.
3.      Teknik penulisan kutipan
Teknik menulis kutipan terdiri dari dua model, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung berarti merujuk pada pendapat penulis lain melalui teks aslinya( salin-tempel teks ). Kutipan tidak langsung berarti merujuk pendapat penulis lain melalui ide/ gagasannya( salin-tempel ide ).
Berikut ini penjelasan keduanya
a.       Kutipan langsung
Kegiatan kutipan langsung merupakan kegiatan copy-paste. Kewajiban atas kegiatan copy-paste ini adalah mencantumkan sumber rujukan. Hal ini di lakukan untuk memeberi penghargaan untuk penulis aslinya. Kutipan langsung memiliki tiga model, yaitu kutipan ringkas kurang dari 40 kata, kutipan 40 kata atau lebih dan kutipan yang sebagian di hilangkan.
b.      Kutipan tidak langsung
Merupakan tindakan copy-paste ide. Kutipan ini ditulis dengan kalimat yang berbeda dengan kalimat aslinya tanpa mengubah ide. Artinya penulis dapat merangkai kalimat sendiri yang berbeda dengan kalimat yang ditulis oleh penulisnya.
4.      Prinsip-prinsip dalam mengutip
Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain.
·         Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagaai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata atau kalimat yang salah dari kutipan kita.
·         Dalam kutipan kita tidak di perkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa pemghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya:
1.      Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alenia. Bagian yang dihilangkan di ganti dengan tiga titik berspasi.
2.      Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alenia. Bagian yang di hilangkan di ganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis( dari margin kiri sampai margin kanan).

   B.   PENGERTIAN CATATAN KAKI

Catatan kaki (footnote) adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab Karangan Ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

JENIS-JENIS CATATAN KAKI
v      * Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang,judul buku,nama atau nomor seri (jika ada),jumlah jilid (jika ada),nomor cetakan,kota penerbit,nama penerbit,tahun terbit, dan nomor halaman.
v     * Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:
1)      Ibid singkatan dari ibidem.Idib digunakan jika pengutip mengambil kutipan dari sumber yang sama yang telah ada di bagian sebelumnya tanpa diselingi catatan kaki dari sumber lain. Dengan kata lain, kutipan tersebut berada tetap di atasnya dan tidak diselingi kutipan lain.
Aturan penulisan Ibid :
      Jika yang dikutip sudah berbeda halaman, maka aturan penulisannya: Ibid., halaman.
  Ibid ditulis dengan huruf kapital pada awal kata, dicetak miring, dan diakhiri tanda titik.

2)      Op. Cit. berasal dari kata Opere Citato (bahasa Latin) yang artinya "pada karya yang telah dikutip". Gadung Ismanto2 menjelaskan:   Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bahwa kutipan yang ditulis pada catatan kaki berasal dari sumber yang sama yang telah disebut sebelumnya, namun tidak sama halamannya serta sempat diselingi oleh sumber lain. Istilah Op. Cit. ditulis sesudah menyebutkan nama penulis buku sumber yang dirujuk.
Aturan penulisan Op. Cit :
·         Digunakan jika menunjuk sumber yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi telah diselingi sumber lain.
·         Halaman buku yang dikutip berbeda.
·         Penulisannya: nama pengarang, Op. Cit., nomor halaman
·         Jika satu pengarang ada beberapa buku rujukan yang dipakai, setelah nama harus diikuti judul bukunya.
·         Ditulis dengan huruf kapital pada awal suku kata, dicetak miring, dan setiap suku kata diakhiri tanda titik.
.
3)      Loc. Cit. berasal dari kata Loco Citato (bahasa Latin) yang artinya "pada tempat yang telah dikutip".
Aturan penulisan Loc. Cit:
·         Digunakan jika menunjuk sumber yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi telah diselingi sumber lain.
·         Halaman buku yang dikutip sama.
·         Loc. Cit. tidak perlu memakai nomor halaman karena nomor halamannya sama dengan kutipan sebelumnya.
·         Penulisannya: nama pengarang, Loc. Cit.
·         Jika satu pengarang ada beberapa buku rujukan yang dipakai, setelah nama harus diikuti judul bukunya.
·         Ditulis dengan huruf kapital pada awal suku kata, dicetak miring, dan setiap suku kata diakhiri tanda titik.

ATURAN PENULISAN CATATAN KAKI
·         Nomor footnote agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Dan  ukurannya sedikit lebih kecil.
·         Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri lebih dari dua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa.
·         Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
·         Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.
·         Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
·         Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.
·         Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar